31 July 2012

Hanuman Sang Duta

31 July 2012
Awal Juli kemarin, gue pergi ke Jawa Tengah. Tepatnya Jogjakarta. Di sana, gue menyempatkan diri buat dateng ke Prambanan buat nonton Indonesia Ramayana Ballet. IRB itu sendiri adalah acara kesenian Jawa yang menggabungkan drama, musik, dan tari kolosal jadi satu. Jadi ada banyak penari anak, muda, dan dewasa yang berpartisipasi dalam acara ini. Mungkin sekitar 200 orang. Dengan durasi selama dua jam, 7.30pm sampai 9.30pm, acara ini cukup menghibur penonton yang hadir. Apalagi, acara ini berlangsung di panggung terbuka dengan Candi Prambanan sebagai latar belakang panggung. Jadi penonton juga bisa merasakan angin-malam-Jogja yang sejuk dengan sesekali melihat pesawat yang sekedar lewat di atas mereka. Acara ini pun juga dinikmati oleh banyak wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun asing. Baik yang masih anak-anak maupun yang sudah dewasa.
Overall, acara ini bagus menurut gue. Gak melulu serius dan kaku, tapi selalu diselipkan sedikit humor di atas pentas. Dengan alunan musik tradisional yang mengiringi cerita yang diperankan oleh seniman-seniman handal dalam drama dan tari tradisional, adalah pemandangan yang langka buat sekarang-sekarang ini. Apalagi, gue yang secara pribadi belum pernah mengikuti dan menonton langsung acara seperti ini, jadi penasaran dengan cerita ini seutuhnya tuh kayak gimana.
Sebenernya acara ini dibagi jadi empat episode, dengan satu episode setiap malamnya. Nah, gue dateng di episode kedua, yaitu: Hanuman Sang Duta. Berikut gue coba paparkan sinopsis yang gue dapatkan dari leaflet IRB dan beberapa gambar yang berhasil gue dapatkan di episode itu. Enjoy :D

Read more>>
***

Di Pancawati Rama dan Sugriwa sepakat mengutus Hanuman, Hanila, Hanggada, dan Jembawan untuk menemui Shinta di Alengka dan menyerahkan cincin Rama kepadanya. Dalam perjalanan, keempat prajurit kera itu bertemu dengan Dewi Sayempraba yang berusaha menghancurkan rencana mereka dengan tipu dayanya sehingga mereka menjadi buta. Seekor raja burung yang sakit bernama Sempati berhasil memulihkan penglihatan mereka. Keempat prajurit kera itu berterima kasih kepadanya dan sebagai balas jasa Hanuman menyembuhkan raja burung itu dari sakitnya. Setelah itu, Hanuman dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan ke Alengka.


Dalam taman Argasaka di Alengka, Shinta yang dirundung duka menangis karena terkenang akan suaminya. Ia merasa lebih baik mati daripada menjadi istri Rahwana. Trijata mencoba menghiburnya dan berjanji akan tetap setia mendampinginya. Sementara itu, Rahwana tak henti-hentinya membujuk Shinta agar bersedia dipersunting olehnya, akan tetapi tanpa mengenal lelah Trijata pun terus menyabarkan hatinya.



Itulah situasi yang ada ketika Hanuman sampai di tempat Argasoka setelah sebelumnya mengalami berbagai rintangan. Ia menyerahkan cincin Rama kepada Shinta yang menerimanya dengan rasa duka. Sebagai gantinya, Shinta memberikan hiasan rambut kepada Hanuman agar diserahkannya kepada Rama sebagai bukti kesetiaannya kepada Rama. Setelah menyelesaikan tugasnya, Hanuman memporak-porandakan taman itu. Namun malang ia tertangkap oleh Indrajit yang mempergunakan panah ajaibnya. Diputuskan agar si Kera Putih dibakar hidup-hidup. Tetapi Hanuman yang sakti itu ternyata tidak bisa terbakar. Dengan kegemparannya, api yang masih berkobar-kobar ditubuhnya, ia membakar habis seluruh istana Alengka.








 
 


0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;