20 April 2013

Sarapan Jalan Sabang

20 April 2013
Pagi itu, setelah menempuh perjalanan selama 15 jam, gue sampai juga di stasiun Gambir jam 6.30 pagi. Selama di perjalanan dalam kereta, gue teringet sama temen yang pernah ngomongin kedai kopi yang terkenal sama roti srikaya-nya di deket Gambir, Jalan Sabang. Ya, Sabang16. Abis itu, gue searching-searching lewat mesin pencari mengenai alamat kedai kopi ini dan mulai buka dari jam berapa. Begitu sampai di Gambir, langsung gue berangkat ke tempat itu.

Jam 7 lewat 15 menit. Gak susah buat mencari letak kedai kopi ini. Karena patokannya adalah, cari aja di Jalan Sabang, nomor 16, tepatnya nomor 16b. Kayaknya gue jadi pelanggan pertama pada hari itu. Gue memilih duduk di dekat jendela, dimana matahari masih mencuri-curi masuk ke atas meja dan kursi gue. Lalu gue diberikan secarik kertas menu yang berisi daftar makanan dan minuman yang disediakan di kedai kopi ini. Gue sempat bertanya apa saja yang mereka sajikan di tempat ini, dan apa yang mereka rekomendasikan. Namun sayang, mbak-mbak yang ada disana kurang bisa memberikan penjelasan yang memuaskan tentang apa yang sebenarnya mereka sajikan disana. Akhirnya, gue putuskan buat pesan kopi dari Sumatera Utara, kopi Sidikalang, dan tidak lain dan tidak bukan, juga Roti Bakar Srikaya. 

Setelah memesan, gue melihat sekeliling ruangan itu. Tidak terlalu luas memang. Tapi dinding berwarna merah marun yang ada di depan gue seolah menjadi pusat perhatian setiap orang yang datang kesini. Dinding merah marun yang dihiasi oleh foto-foto hitam-putih yang digantung sedemikian rupa sehingga menarik untuk dilihat. Di sisi satunya lagi, terdapat dinding cermin yang membuat ruangan ini terasa lebih luas. Interior di sekitar meja kasir pun tak kalah menarik. Terdapat ornamen-ornamen kecil yang menghiasi meja yang tidak terlalu besar itu. Tak lama setelah gue melihat-lihat ruangan ini, beberapa pengunjung lain, mulai berdatangan ke tempat ini.

Read more>>
Roti bakar srikaya pun datang. Bentuknya 2 lapis roti besar bertumpuk yang sudah dipanggang dan diisi oleh selai srikaya yang padat dan tebal. Selai srikaya ini memang kunci utama dari makanan enak ini. Selai srikaya disini berbeda dengan selai srikaya yang pernah gue coba sebelumnya di tempat yang lain. Roti ini berukuran cukup besar, sehingga cukup dapat membuat perut kita kenyang setelah menghabiskan semuanya. Untuk kopi Sidikalang, gue sengaja memilih black coffee dibandingkan harus dicampur dengan susu. Simple aja, supaya rasa kopi-nya lebih terasa kopi. Kopi ini pahit dan kental. Beruntung, kopi ini tidak membuat perut sakit atau pun kembung setelah meminumnya.


Kedai kopi ini memang nyaman untuk berkumpul bersama orang dekat, keluarga, teman, maupun rekan kerja. Pengunjung akan betah untuk berlama-lama dan menghabiskan waktu di tempat ini sambil ngobrol dan menikmati secangkir kopi hangat. Atmosfer tempat ini seolah akan mengakrabkan diri kita dengan orang-orang yang ada bersama kita. Tapi yang gak kalah penting adalah, roti bakar srikaya-nya emang rekomendasi banget. 

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;