01 December 2013

Movie Review: Snowpiercer

01 December 2013
Three Musketeers is back! Seperti yang pernah gue ceritakan beberapa waktu yang lalu secara panjang lebar sebelumnya disini: Three Musketeers, setelah sekian lama, kami bertiga akhirnya kembali menjajal bioskop-bioskop yang ada di hiruk pikuk kota jakarta sebelum nanti ada yang penempatan. Dan sekaligus, ini juga untuk membayar utang pada diri gue sendiri untuk mencoba membuat movie review yang gue tonton. Debut pertama. Masih lecet-lecet sana-sini, dimaapin aja yak penonton. Here, it is.

Read more>>
Snowpiercer. Awalnya gue pun gak tahu-menahu tentang film ini. Pemerannya, jalan ceritanya, semuanya. Dengan rencana yang dadakan pun, akhirnya kami pergi menonton film ini selepas pulang dari kantor kami masing-masing. Film ini seperti terinspirasi dengan kisah Nabi Nuh a.s. yang membangun kapal besar untuk menghadapi bencana banjir besar. Namun, dalam hal ini, Snowpiercer menceritakan tentang sebuah kehidupan dalam kereta yang super canggih, yang dapat menjaga manusia dapat tetap hidup di tengah cuaca salju dingin yang tak kunjung berhenti di luar kereta tersebut, yang disebabkan karena kegagalan manusia dalam eksperimen tentang pemanasan global yang kin marak diperbincangkan. Kereta ini dibangun oleh Gilford dengan membuat kereta yang akan terus berjalan memutari belahan dunia sepanjang waktu. Film ini mengambil tema tentang pengkastaan yang menceritakan bahwa di masa depan sekalipun, pengkastaan dalam hidup manusia akan tetap dan akan selalu ada. Walaupun di tengah bencana sekalipun. Dibuktikan dengan adanya masyarakat "kelas bawah" yang hidup di ekor kereta, yang hidup di bawah garis standar layak hidup. Sempit, sesak, dan hanya diberikan makanan olahan berbentuk kotak setiap hari nya. Penindasan dan penyiksaan pun kerap dilakukan oleh penjaga keamanan tersebut.

Lain ladang, lain belalang. Lain ekor kereta, lain kepala kereta. Di saat penduduk belakang kereta harus hidup dengan sangat menderita, penduduk depan disuguhkan berbagai macam fasilitas yang dapat dikatakan, tidak mungkin ada di dalam kereta. Yaitu seperti, sekolah bagi anak-anak, aquarium untuk penangkaran ikan, perkebunan, hingga fasilitas gaya hidup seperti salon, spa, bahkan hiburan malam pun ada di kerete ini.

Adalah Curtis, diperankan oleh Chris Evans, yang menjadi tokoh utama dalam film ini. Dia dan sekawanan penduduk ekor kereta menyusun strategi dan penyerangan untuk menuju ke depan kereta untuk meminta keadilan dalam kehidupan di kereta tersebut. Namun, jalan yang ditempuh Curtis dkk, bukanlah jalan yang mudah. Begitu banyak pengorbanan yang harus dipertaruhkan untuk mencapai ke depan kereta. Banyak darah dan keringat yang harus dikeluarkan untuk mencapai depan kereta. Mereka harus menghadapai segala pengamanan yang ada di gerbong kereta untuk dapat mencapai kepala kereta dan bertemu dengan Gilford, pencipta kereta super canggih ini. Untuk menjalankan misi tersebut, mereka juga harus memakai orang-dalam, Kang-Ho Song, yang sudah mengerti seluk-beluk tentang kereta ini. Sebagai bayarannya, Kang-Ho Song yang ditemani dengan anak perempuannya akan diberikan semacam zat adiktif setiap satu gerbong yang terbuka. 

http://media2.firstshowing.net/firstshowing/img6/SnowpiercerTrainQuadFullwidepost1.jpg
Snowpiercer
Secara keseluruhan, film ini memberikan perspektif yang berbeda untuk tiap-tiap penonton di akhir pertunjukan. Penonton dapat memilih sendiri perspektif mana yang cocok dengan mereka dan menyimpulkan sendiri apa pesan tersirat yang diberikan film ini dari menit pertama hingga menit terakhir. Terlebih, dengan kategori film Dewasa, yang memiliki adegan-adegan yang mungkin tidak cocok untuk remaja dan anak-anak. But, i'll give my big applause to Director-Bong for giving us the amazing visuals and great story line. Breathtaking enjoyment. (6.5/10)

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;