15 November 2014

Seujung Mata Memandang

15 November 2014
Makassar, atau yang juga dikenal dengan Ujung Pandang, adalah ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Berada di wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA), Makassar kerap dijadikan destinasi wisata bagi penduduk Indonesia. Salah satu landmark terkenal di kota ini adalah pantai Losari.


Di salah satu ujung Pantai Losari, terdapat masjid berwarna biru yang berada di atas laut tenang. Masjid itu memiliki kubah setengah lingkaran yang unik pula. Jika kita berjalan menyusui pantai, maka kita akan menemukan banyak huruf mahabesar yang membentuk suatu kata tertentu, termasuk berbagai suku yang ada di Sulawesi Selatan, seperti Bugis, Mandat, dan Toraja. Pada sore hari, tempat ini akan ramai didatangi oleh para penduduk Makassar dan pendatang untuk menikmati kota Makassar. Apalagi, pemandangan matahari tenggelam akan memanjakan semua mata yang berada disana. Walaupun banyak penjaja kue-kue kecil, mainan, dan pakaian, namun tempat ini relatif masih nyaman dan aman untuk bersantai. Banyak anak-anak yang bermain dan berlarian kesana-kemari dengan para orang tua berkumpul dan berbincang-bincang kecil. Sungguh senang rasanya melihat anak kecil yang dapat berinteraksi dengan teman-teman seusianya yang tidak melulu selalu terdapat ponsel pintar dalam genggamannya.

Read more >>
Pada malam hari, kita dapat mencicipi kuliner khas Makassar yang dijajakan di pinggir jalan raya. Pisang epe, adalah salah satu kuliner yang kami santap malam itu. Para penjual pisang epe sudah bersiap-siap membuka kedai mereka sejak maghrib tiba. Dan seketika, mereka akan berderet sepanjang jalan protokol. Pisang epe sendiri merupakan pisang yang dibakar di atas alat bakar yang mayoritas menggunakan arang hitam sebagai sumber api. Setelah dibakar beberapa saat, pisang disajikan di atas piring kecil dan ditaburi berbagai topping yang dapat kita pilih. Cokelat, keju, susu kental manis, madu, banyak rasa yang dapat dipilih. Baiknya, menyantap pisang epe ini ditemani dengan bandrek hangat sebagai teman minum. Kalau 1 porsi dirasa belum cukup, harus pesan lagi untuk piring kedua.


Kuliner Makassar lainnya yang wajib dicicipi adalah Coto Makassar, Roti Maros, Pisang Ijo, dan masih banyak lagi. Kita hanya perlu menyusuri Makassar sedikit lebih dalam lagi, dan segala kuliner itu akan sangat mudah untuk ditemukan. Terlebih untuk toko oleh-oleh, seakan mau memborong segala barang yang ada di toko souvenir. Gue sangat tertarik dengan kapal-dalam-botol untuk dipajang di sudut rumah nanti.

Sayangnya, pada kesempatan ini belum sempat ke the world's third-largest indoor theme park. Sepertinya Makassar akan tetap menjadi destinasi utama untuk dapat dijelajahi setiap sudut kotanya.

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;