07 June 2015

Musik Klasik Kota Jakarta

07 June 2015
Ada yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik akan berdampak bagi kecerdasan bayi pada saat berada di dalam janin. Maka dari itu, malam itu saya dan 2 orang teman saya pergi mendengarkan musik klasik di bilangan daerah Kemayoran, Jakarta. #GakNyambung.

I'm not a big fan of classical music. Hanya suka mendengarkan saja. Melalui televisi, melalui Youtube. Bermain keyboard dan piano pun masih butiran debu dibandingkan dengan adik-adik yang berusia jauh dibawah. Baru pertama kali kemarin mendengarkan musik klasik secara langsung. Dan ternyata membuat haru biru mendalam tersendiri. Karena selama ini, yang hanya bisa mendengarkan dari layar datar, pada saat itu dapat mendengarkan langsung dan melihat berbagai alat musik yang dimainkan oleh para pemusik instrumental dengan mahirnya. Melihat mereka memainkan alat musiknya pun menjadi kesenangan tersendiri. Bagi pribadi saya sendiri, mendengarkan musik klasik adalah seperti mendengarkan film tanpa gambar. Kita hanya disuguhkan oleh suara, dan kemudian kita akan membayangkan bagaimana visual yang tergambarkan dalam pikiran kita. Segala macam emosi yang tercampur dalam satu musik, membuat pendengar bebas memvisualkan apa saja dalam pikirannya.


Read more >>
Di Jakarta sendiri, terdapat beberapa tempat yang menggelar pertunjukan musik klasik, salah satunya adalah Taman Ismail Marzuki. Selain itu, tempat yang rutin menggelar pagelaran musik klasik adalah di Aula Simfonia Jakarta di sekitar daerah Kemayoran. Keduanya merupakan tempat yang cukup mudah untuk dijangkau di kota Jakarta. Mungkin hanya jadwal hari pagelaran yang membedakan diantara keduanya. Apalagi keduanya juga memberikan beberapa persentase potongan untuk setiap tiket yang kita reserve dalam jangka waktu yang jauh sebelum tanggal pertunjukkan. Bebas memilih, pesan melalui telefon langsung atau melalui surat elektronik. Pilihan tempat duduk pun beragam, sepanjang masih tersedia. Sedikit saran, pilihlah tempat duduk yang memiliki point-of-view yang luas, tidak hanya kepada salah satu titik tertentu. Bagi pertunjukan yang dimulai pada pukul 5pm, akan diberikan waktu jeda sekitar 15 menit pada saat waktu maghrib. Sehingga sebelum dimulainya pertunjukan, alangkah baiknya kita mencari dahulu tempat shalat/ mushola yang disediakan oleh penyelenggara.



Sebenarnya, terdapat beberapa peraturan tidak tertulis bagi siapa saja yang hendak menyaksikan pagelaran musik klasik ini. Hal ini bertujuan agar conductor dan para pemusik instrumental lainnya dapat memfokuskan dirinya pada 100% totalitas pada alat musik yang dimainkannya saat itu. Hal-hal tersebut seperti makan/ minum/ berbincang dalam aula selama pertunjukan. Merekam dan mengaktifkan telepon seluler juga merupakan hal yang tidak diperbolehkan. Lalu, datanglah dengan berpakaian yang pantas seperti ketika hendak menghadiri suatu pagelaran atau undangan. Sedapat mungkin, hindari untuk pergi keluar aula pada saat acara berlangsung. Kemudian, pendengar dipersilakan untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang tampil dan berada di atas panggung, berupa tepuk tangan setelah: berakhirnya satu pertunjukan dari beberapa pertunjukan, bukan pada saat berakhirnya satu musik dari satu pertunjukan. Dan ketika saat pertunjukan benar-benar selesai dan berakhir, kita dapat memberikan standing ovation kepada para pemusik instrumental sebagai rasa penghargaan pendengar kepada mereka bahwa telah memberikan alunan musik yang sangat apik malam itu.

Bravo! Bravo! Fabuleux!

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;