17 July 2016

Liburan Lebaran: Wisata Kota Jakarta

17 July 2016
Dalam merayakan momen hari raya lebaran tahun ini, selain berkunjung ke rumah sanak saudara, ada hal lain yang kami sekeluarga lakukan di hari besar tersebut. Tahun ini kami tidak memiliki rencana berpergian jarak jauh di hari kedua lebaran, maka dari itu, gue mencoba untuk mengajak Bapak dan Ibu gue untuk melakukan hal yang pertama kali dilakukan: naik transportasi umum.

Mungkin dulu Bapak Ibu gue fasih banget kalau urusan naik kendaraan umum di Jakarta sekitar sebelum tahun 90-an. Tapi sekarang, banyak banget hal yang berubah di dalam moda transportasi di Jakarta. I mean, berubah ke arah yang lebih baik, tentunya. Seperti contohnya, mulai dari adanya bus Transjakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL). Apalagi, nanti dalam jangka waktu dekat juga akan ada MRT dan LRT di Jakarta yang senantiasa hadir untuk penduduk dan pendatang kota Jakarta.

Di hari libur itu, gue coba ajak Bapak dan Ibu untuk naik KRL dari Stasiun Jurang Mangu. Cukup pagi kami berangkat untuk menghindari keramaian, sekitar jam 7.30 kita sudah di stasiun. Tujuan utama adalah ke Kawasan Kota Tua, gak lebih dari itu. Jadi, dari Jurang Manggu, kami langsung menuju Stasiun Jakarta Kota dengan transit terlebih dahulu di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Manggarai. Bagi Bapak, itu adalah kesempatan pertama Beliau untuk melihat "ujung" dari rel kereta api. Karena selama ini hanya melihat rel kereta api yang memanjang terus-menerus, tidak pernah melihat bagaimana rel kereta itu akan berujung.

Read more >>
Setibanya di sana, Kawasan Kota Tua pada saat itu masih cukup ramai dengan keluarga-keluarga yang mengisi liburannya sama dengan kami, mengunjungi tempat wisata itu. Tidak sedikit anak-anak yang berlarian ke sana ke mari ditemani dengan orang tuanya. Banyak pula yang hanya sekedar mengambil gambar di salah satu sudut kota ini. Di sana, juga tersedia banyak sepeda yang dipinjamkan dengan segala atribut yang unik-unik, seperti topi dan payung. Tidak kalah, kami juga menyewa sepeda tersebut untuk sekitar 40 menit. Sepedanya pun berwarna pink gonjreng pula. Bahkan, Bapak dan Ibu gue pun naik sepeda berboncengan seperti mengenang zaman dulu, rasa-rasanya. 


Selain itu, juga banyak pedagang kecil yang menjajakan segala macam dagangannya mulai dari makanan, minuman, dan atribut untuk oleh-oleh atau disimpan di rumah. Kami berkeliling melihat artist jalanan yang berkreasi dengan kreativitasnya menjadi patung di sebuah titik kawasan ini. Ada yang menjadi puteri, pahlawan, atau superhero. Penjaja musik dan lagu pun samar-samar terdengar dari titik tersebut yang membuat suasana sekitar menjadi meriah.

Puas berkeliling di Kawasan Kota Tua, kita beristirahat sejenak sambil menikmati makan di sekitar kawasan sebelum kembali pulang dengan menggunakan moda transportasi umum lainnya: bus Transjakarta. Kami naik bus yang sudah ada sejak tahun 2004 itu dari Terminal Kota. Dalam perjalanan itu, kami menikmati perjalanan yang sering kami lalui tanpa menggunakan bus. Menikmati pemandangan hutan beton yang berdiri megah di tengah kota merupakan keunikan tersendiri bagi kami yang sebelumnya hanya fokus pada jalanan di depan kami menyetir. Kemudian, kami mengakhiri perjalanan dengan bus Transjakarta dengan turun di Terminal Dukuh Atas untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun Jurang Mangu melalui Stasiun Sudirman.

Berjalan dari terminal ke stasiun pun juga harus melalui halte yang melintang di atas jalan protokol. Selama ini hanya melihat dari bawah dan mendengar bunyi-bunyi yang dihasilkan akibat dilalui oleh calon penumpang pun. Kini, kami bisa merasakan bagaimana rasanya menghasilkan bunyi-bunyi itu secara langsung. Berjalan di trotoar jalan protokol pun juga menjadi kesempatan yang langka bagi kami. Apalagi jalan raya tidak macet dan kondisi trotoar adalah luas, bersih, dan sepi. Sungguh suatu momen yang manis untuk diingat-ingat lagi.

Yang gue syukuri dalam perjalanan singkat kali ini adalah kami sebagai orang yang selalu hiruk pikuk di Jakarta setiap hari kerja, akhirnya dapat menikmati hari libur di Jakarta yang tidak terlalu ramai dengan memanfaatkan fasilitas umum. Ternyata banyak banget kemajuan yang terjadi di kota ini tanpa kami sadari secara detil. Kami sekeluarga juga bisa menikmati hari libur secara sederhana. Liburan tidak melulu harus berbiaya mahal atau berpergian ke luar kota, ke luar pulau, apalagi ke luar negeri. Masih banyak tempat di sekitar kita yang belum dijelajahi lebih dekat lagi. Selain itu, dalam perjalanan tersebut kami juga beruntung karena selalu mendapat tempat duduk sepanjang perjalanan pergi dan pulang, terutama untuk Bapak dan Ibu.

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;