04 September 2016

Belanja Belanji di Ben Thanh Market

04 September 2016
Ben Thanh Market atau kerap disebut dengan bahasa aslinya, Cho Bến Thành, adalah pasar terbesar yang terletak di pusat kota Ho Chi Minh, Vietnam. Pasar ini adalah tujuan kami pertama kali datang ke Vietnam. Dengan menggunakan bus ber-AC dengan nomor 109, kami setibanya di Bandara Tan Shon Nat, Ho Chi Minh, langsung menuju Ben Thanh Market. Hanya dengan biaya 20 ribu Dong, kami telah sampai di Ben Thanh Market dengan sekitar 30 menit lama perjalanan. Ben Thanh Market mulai beroperasi dari pukul 7 pagi hingga 7 malam waktu setempat. Namun jangan khawatir, jika Anda baru bisa tiba pada saat malam hari, selepas pukul 7 malam akan bermunculan pasar-pasar kaget di sekitar Ben Thanh Market bagian luar. Mereka satu-tali-tiga-uang, alias sama saja, dengan pasar yang ada di dalam. Bedanya, mungkin pengaturannya yang tidak serapi seperti pasar di dalam.

"Ben Thanh Market memang diciptakan untuk turis seperti kalian". Itu adalah sepenggal perbincangan kami dengan satu rombongan trip ketika mengikuti city tour di Kota Ho Chi Minh. Ternyata memang, diperlukan keahlian khusus dalam menjajakan uang kita khususnya di pasar besar ini. Salah satu tips yang saya peroleh sebelum berangkat ke Vietnam adalah: Jangan berbelanja pada saat pagi hari. Konon, penjual di sana kerap mematok angka yang sangat jauh lebih tinggi jika kita adalah pembeli pertama di hari itu. Mungkin lebih kurang seperti yang dilakukan oleh penjual-penjual di sini, dianggap sebagai penglaris jualan mereka di hari itu.

Kemudian, tawarlah harga yang diberikan oleh penjual hingga 3 sampai 4 kalinya. Jangan ragu untuk menawar jauh di bawah harga itu. Jika perlu, pasanglah muka yang seolah-olah kaget dengan harga yang diberikan. Jika memang belum mencapai kesepakatan, berpura-puralah untuk seakan meninggalkan lapak mereka. Jika penjual tadi memanggil kembali, kita dapat memperoleh barang dengan harga yang kita inginkan. Jika penjual tidak memanggil kembali, masih banyak lapak penjual yang menyediakan barang serupa di Ben Thanh Market. Tidak perlu menyesal.

Namun ingat, kita sebagai pembeli yang akan menawar jauh di bawah harga pun juga harus senantiasa menyenangkan dan menebar banyak tawa dan senyum, atau bersikap friendly kepada penjual. Toh jika suasana antara kita dengan penjual lebih cair, pasti harga yang diberikan juga akan lebih baik. Tidak sedikit pula penjual di sini yang mahir berbahasa Indonesia sekadarnya dan menerima rupiah sebagai transaksinya.

Banyak sekali barang yang dapat dipilih menjadi buah tangan untuk saat kita kembali di tanah air nanti. Sepanjang penglihatan saya, kopi Vietnam adalah salah satu yang paling mencuri perhatian di pasar ini. Banyak sekali pilihan kopi dan alat coffee dripper yang dipasang di etalase-etalase warung. Kopi pun beragam dari kopi luwak hingga kopi blue mountain yang konon diyakini sebagai kopi terbaik di tempat itu. Selain kopi, teh pun demikian. Dari lotus tea hingga green tea, segala berbagai macam jenis teh ada di pasar ini.

Selain itu, pernak-pernik kecil seperti tas tangan, gantungan kunci, magnet kulkas, kaus, dan taplak meja pun tersebar di seluruh pasar ini. Tidak perlu ragu jika belum menemukan harga yang cocok. Coba tengoklah harga di lapak sebelah. Di pasar ini pun juga menyajikan makanan dan minuman siap santap. Saya yang sedang berbelanja pun tergiur mencium aroma makanan yang dijajakan di sana. Rangkaian bunga dan buah segar pun senantiasa terpajang rapi di salah satu sudut pasar ini.

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;