18 September 2016

Nagihnya Makan Phở Presiden

18 September 2016
Masih bicara soal Kota Ho Chi Minh, kota ini juga menyimpan banyak sekali kuliner-kuliner yang bisa dicoba. Phở 2000, yang terletak di bundaran Ben Thanh, pun menjadi salah satu tujuan kami. Bermodalkan review orang-orang dan niat baik, akhirnya kami bisa menemukan restoran ini yang agak terpencil dan ada di lantai 2. Konon, salah satu presiden AS, Bill Clinton, pernah datang dan makan pula di tempat ini. Jadi penasaran kenapa tempatnya gak dinamakan Phở Presiden aja.

Phở adalah makanan khas lokal yang terbuat dari tepung beras seperti mie yang bertekstur lebih tebal, mungkin seperti spageti, tapi disajikan dengan kuah yang berlebih. Gak sedikit toko yang menjajakan phở di sudut kota sekitar, selain banyak juga yang berjualan makanan lokal lainnya, seperti Banh Mi yang berbentuk seperti roti sandwich. Untuk phở, sebetulnya gak pernah makan phở sebelumnya, dan ini adalah kali pertamanya makan seumur hidup gue. Menunya bisa dibilang gak membingungkan. Karena kami hanya fokus: makan phở, dan hanya ada 2 pilihan antara mangkuk dengan porsi 1 atau 1,5. Karena kami sudah banyak berjalan ke sana ke sini hari ini, bisa disimpulkan pilihan mana yang kami pilih.

Read more >>

Hanya menunggu beberapa menit, phở dengan mangkuk yang sangat besar sudah hadir di meja kami. Sempat ragu, bisa menghabiskan atau gak. Tapi, pas mencoba cicipan pertama yang sudah didahului dengan doa, ternyata gak menyesal buat memesan dengan ukuran 1,5 lebih besar itu. Rasanya seperti makan mie, tapi rasanya ramai-ramai-seru. Pada saat itu, gue pun merasa itu adalah pengalaman kuliner gue yang to the next level. Perpaduan mie dan sayurnya ditambah kuahnya yang endeus banget bisa bikin mata jadi melek lagi. Kalau gue jadi pelayan di sana, mungkin selalu gue cicipin dulu kuah-kuah dari pancinya langsung.



Tempat ini jadi satu sama kedai kopi kekinian yang ada di lantai 1. Jadi, selepas makan kenyang, bisa ngopi-ngopi ganteng di tempat ini. Tapi karena kami sudah ganteng-ganteng (dan kekenyangan), jadi lanjut saja menyusuri pojok-pojok kota lainnya.

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;