15 October 2016

I Love Hanoi More Than ...

15 October 2016
Awalnya gue pikir kalau biaya hidup di Hanoi akan lebih mahal dibanding dengan HCM, tapi ternyata terbalik! Di sini apa-apa relatif cenderung lebih murah dibanding dengan Kota HCM. Selain itu, dengan kepadatan yang kurang lebih sama dengan HCM, gue bisa melihat kalau penduduk Hanoi know how-to-live. Mereka sangat menikmati hidup mereka saat ini dengan duduk-duduk bersantai di pinggir jalan, ngobrol-ngobrol, sambil berjualan apa yang mereka jual. Para pendatang pun demikian, mereka lebih enjoy menikmati kopi atau minuman di meja kecil mereka sambil berbincang dengan ditemani nuansa kota yang berjalan dengan damai. Hujan atau rintik-rintik kecil tidak menyurutkan kebahagiaan mereka di saat itu. Berbeda dengan nuansa Kota HCM yang sangat bergerak dengan statis dan penduduknya seakan terlihat sibuk dan ambisius dengan aktivitasnya.

Hanoi adalah daerah yang dulunya dijadikan ibukota Vietnam Utara. Kota ini cenderung lebih sedikit penduduknya dibandingkan dengan kota HCM. Namun, walaupun diperlukan perjalanan udara selama kurang-lebih 2 jam, Hanoi memiliki karakteristik-karakteristik yang sama dengan kota HCM.


Kami menginap di sekitar Old Quarter dan menghabiskan banyak waktu dengan berkeliling di sekitar tempat itu. Beruntung, ternyata setiap malam saat kami menginap selalu diadakan pasar malam di dekat penginapan kami. Di pasar tersebut, yang mungkin lebih akrab dengan sebutan pasar kaget, berisi sejumlah pedagang kecil dengan beragam jajanan. Mulai dari kaus, gantungan kunci, topi, pajangan, tas, you name it. Harga-harga yang ditawarkan di pasar ini pun juga lebih murah dibanding dengan Ben Thanh. Terlebih lagi, tidak perlu khawatir jika lapar atau haus, karena segala macam makanan dan minuman pun juga tersaji di pasar malam tersebut. Circle-K pun bagaikan jamur yang selalu ada di sepanjang mata memandang di jalan tersebut. Tempat penukaran uang pun juga banyak di sini, tinggal memilih tempat yang menawarkan rate terbaik.

Read more >>
Yang gue suka dari pasar ini adalah pernak-pernik lampu yang menggantung di atas jalan raya yang malam itu menjadi pasar malam. Interaksi antar penjual dan pembeli untuk menawar suatu barang pun menambah ramai pasar tersebut. Selain itu, banyak juga atraksi pertunjukan barongsai dan musik jalanan yang disajikan kepada para pengunjung malam itu. Meriah banget! Cocok banget sambil duduk dan makan di restoran pinggir jalan. Dan sebetulnya ada semacam pertunjukan berupa water puppet show di malam itu dan kami ingin mencoba untuk menyaksikannya. Namun, dengan keterbatasan waktu dan kemampuan kami berbahasa lokal, lebih baik kami berkeliling lagi aja sambil menikmati pemandangan sudut kota lainnya.



Malam itu, sungguh gempor yang melelahkan untuk berjalan dari satu titik ke titik lain untuk berbelanja atau sekadar melihat-lihat dan menikmati nuansa malam itu. Gue pun tak lupa untuk membeli beberapa bungkus kopi untuk dibawa pulang dan diseduh dengan alat coffee dripper. Selain berkeliling, kami juga mencoba untuk dapat menghabiskan setiap Dong yang kami punya karena kami akan sudah pulang pada keesokan harinya dan tidak ada pengeluaran tambahan lainnya.

0 word(s) after:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger TemplatesBlogger Blog Templates;